Dengan berkembangnya tren industri terutama dibidang kopi akhir- akhir ini, hal ini menimbulkan pertanyaan yang lebih mendalam mengenai perkembangan dan pengetahuan mendasar dari para pemilik usaha.

Mari kita ambil contoh ada kedai kopi A & B. Buka dijalan yang sama posisi beda 3 ruko dengan status ruko sewaan dan masing- masing pemilik kenal satu dengan lainnya.

Setelah berjalan 6 bulan, kedai kopi B membuka cabang kedua, beberapa bulan kemudian buka cabang lagi dan seterusnya. Melihat perkembangan yang cukup cepat ini, pemilik kedai kopi A merasa terpojok dan memaksakan diri untuk membuka cabang baru walaupun secara keuangan, sistem, dan sumber daya manusia belum ready.

Apa yang terjadi? Setelah 24 bulan ketika sewa ruko mesti diperbaharui, pemilik kedai kopi A sudah tidak ada kas untuk membayar sewa ruko dan akhirnya memilih untuk menutup kedua cabangnya. .
Mari kita sejenak melihat ada satu cerita mengenai pohon bambu.

Ada satu petani, melihat ada potensi membuat tusuk sate dari pohon bambu memutuskan untuk menanam pohon bambu. Setiap beberapa periode, tanahnya disiram dan dikasih pupuk. Jalan 1 tahun tak terlihat perubahan ataupun pertumbuhan dari tunas bambu yang ditanam.

Merasa kepepet, akhirnya memutuskan untuk menanam tanaman berbeda didekat tunas bambu itu dan rutin dikasih air dan pupuk setiap periodenya. Setelah jalan 3 tahun, tanaman kedua yang ditanamnya sudah menunjukkan pertumbuhan dan hasil buahnya sudah bisa dijual, tapi tunas bambu yang rutin dikasih pupuk dan air masih belum menunjukkan perkembangan.

Di tahun ke 4 juga terjadi hal yang sama sampai satu waktu ditahun ke 5 tanaman kedua yang ditanam sudah tidak dapat menghasilkan hasil yang maksimal, namun tunas bambu yang rutin disirami tiba- tiba tumbuh tinggi dan dalam beberapa minggu sudah dapat diproses menjadi tusuk sate yang menghasilkan keuntungan jauh lebih besar dari tanaman kedua yang ditanam.

Apa yang terjadi? Dalam waktu 5 tahun tunas bambu itu menyiapkan pondasi, akar dan nutrisi yang siap untuk menahan tingginya pohon bambu yang akan bisa menghasilkan berkali- kali lipat pada akhirnya.

Sama dengan usaha, membutuhkan kesabaran dan kemampuan untuk dapat menciptakan pondasi yang kuat agar bisnis itu dapat ditopang.

Setelah ready dan kalau memang model bisnisnya adalah dengan menambah cabang, ya silahkan, namun jika karena pressure dari kompetitor dan yang lain sebagainya jangan dihiraukan.

Memang ada beberapa model usaha yang sudah ready untuk diperbanyak dengan membuka cabang secara cepat, namun kalau usaha Anda belum ready mohon jangan dipaksakan.

Anda harus membandingkan ke keadaan usaha Anda 1 bulan yang lalu bukan membandingkan dengan kompetitor Anda karena masing- masing berlari maraton dengan kecepatan berlari yang berbeda.

Semoga bermanfaat :)